Pedoman Budidaya Ikan Kerapu di Keramba Jaring Apung

Proses pembudidayaan ikan kerapu di keramba jaring apung (KJA) memerlukan serangkaian tahap-tahap pelaksanaan. Di antaranya mencakup persiapan awal, pembangunan KJA, pengadaan dan penebaran benih, pemberian pakan, pengelolaan air, pemberantasan hama dan penyakit, pemantauan tingkat pertumbuhan dan populasi, pemanenan, penanganan pasca-panen, serta pendistribusian ikan. Berikut ini kami berikan pedoman praktis untuk Anda pembaca setia blog ini!

pedoman-budidaya-ikan-kerapu.jpg

1. Pemilihan Lokasi yang Ideal

Keramba jaring apung untuk ikan kerapu paling bagus dibuat di lingkungan perairan yang bersih dengan kedalaman 5 meter dan konsentrasi oksigen 5 ppm. Lingkungan perairan tersebut juga harus mempunyai arus yang tidak terlalu kuat sekitar 15-30 cn/detik serta gelombang laut yang tidak besar dengan ketinggian 0.5-1.75 meter. Sementara itu, temperatur air yang ideal berkisar antara 28-30 derajat celcius serta salinitas permukaan air 30-34 ppt.

2. Persiapan dan Pembangunan Keramba Jaring Apung

Secara prinsip, proses pembuatan keramba jaring apung sama seperti yang pernah kami jelaskan di sini. Khusus KJA untuk ikan kerapu, buatlah 12 lubang KJA yang masing-masing berukuran 3 x 3 meter. Beberapa komponen pendukung yang harus disiapkan antara lain rangka, jaring, pemberat, pelampung, papan pijakan, waring, tali jangkar, dan tali pelampung.

3. Pengadaan dan Pelepasan Benih

Kebanyakan benih ikan kerapu yang unggul didatangkan dari Jawa Timur, Bali, dan Lampung. Setelah diterima, benih ini lantas didederkan terlebih dahulu selama 3-4 minggu hingga ukurannya mencapai 2-3 inci. Setelah itu, barulah benih-benih ikan kerapu bisa disebar ke KJA dengan kepadatan 33 ekor/m3. Jadi setiap lubang keramba dapat menampung benih sebanyak kurang lebih 300 ekor.

4. Pemberian Pakan

Untuk ikan budidaya, pakan yang dipakai umumnya berupa pelet. Sebagai variasi pakan, Anda bisa memanfaatkan ikan runcah yang telah dipotong-potong kecil. Jumlah pakan yang diberikan tergantung usia ikan kerapu supaya mereka merasa kenyang. Frekuensi pakan dilakukan dalam dua kali sehari yakni saat pagi dan sore.

5. Pemberantasan Hama dan Penyakit

Pemberantasan hama dan penyakit dilakukan dengan pengawasan terhadap sirkulasi air di KJA dan sekitarnya. Wadah KJA juga perlu dibersihkan secara rutin minimal 2 minggu sekali untuk mencegah pertumbuhan bibit penyakit. Sesekali jaring keramba juga perlu dijemur sampai kering sembari mengontrol kondisi kelayakannya. Pencegahan terhadap serangan hama dan penyakit juga bisa dilakukan dengan merendam ikan-ikan kerapu ke dalam air tawar setiap 2 minggu sekali selama 5-10 menit.

6. Pembesaran Benih Ikan Kerapu

Pembesaran ikan kerapu dilaksanakan dalam waktu 6-8 bulan. Bobot ikan yang diharapkan memiliki berat antara 400-500 gram. Selama proses pembesara ini dilakukan, tingkat pertumbuhan ikan kerapu yang dipelihara harus dipantau setiap saat.

7. Tindakan Pasca Panen

Sebelum dipanen, ikan-ikan kerapu harus dipuasakan terlebih dulu selama 1-2 hari supaya kemampuan adaptasinya meningkat. Kemudian ikan ditangkap memakai serok lalu dimasukkan ke dalam plastik berukuran 60 x 100 cm yang telah berisi air sebanyak 8-10 liter. Setiap kantong plastik ini mampu menampung ikan kerapu hingga mencapai 4 kg. Sebelum diikat dengan karet gelang, kantong plastik perlu diberi suplai oksigen sejumlah 1/3 dari total volumenya. Plastik ini lantas dimasukkan ke dalam peti styrofoam dan diberi es batu di sela-selanya.

0 Response to "Pedoman Budidaya Ikan Kerapu di Keramba Jaring Apung"

Posting Komentar