Ciri-ciri Morfologi dan Anatomi Ikan Bandeng

Ikan bandeng (Chanos chanos) adalah ikan air payau yang memiliki tubuh memanjang dan bersisik. Ketika dewasa, ikan bandeng umumnya hidup di lautan yang dangkal hingga dalam lalu akan kembali ke perairan payau untuk bertelur. Ikan ini banyak ditemukan di wilayah perairan yang ditumbuhi bakau hingga ke Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Siklus hidup ikan bandeng memang sangat menarik untuk diteliti. Ketika baru saja menetas dari telurnya, larva ikan bandeng cenderung akan menuju ke laut dan bertahan hidup di sana selama 2-3 minggu. Mereka akan bermigrasi ke tempat lain yang dianggap lebih layak huni seperti rawa-rawa dan danau yang mengandung air payau. Setelah menemukan habitat barunya, ikan-ikan bandeng ini akan bertahan hidup di sana sampai dewasa lalu kembali lagi ke laut.

Pada saat akan melakukan proses pemijahan, ikan-ikan bandeng ini akan menuju lingkungan perairan payau. Telur-telur hasil pemijahan lantas menempel ke tanaman air yang tumbuh di sekitar perairan sampai menetas. Larva ikan bandeng yang telah menetas pun berikutnya akan mencari tempat hidup yang baru.

Bandeng merupakan ikan herbivora alias pemakan tumbuh-tumbuhan. Makanan alami ikan ini di antaranya klekep, plankton, lumut, dan ganggang. Beberapa bagian tanaman yang berbentuk benang, tidak kasar, dan telah membusuk juga sangat digemari oleh ikan ini.

morfologi-anatomi-ikan-bandeng.jpg

Morfologi Ikan Bandeng

Ikan bandeng mempunyai ciri-ciri morfologi antara lain :

  1. Tubuhnya berbentuk torpedo
  2. Seluruh permukaan tubuhnya tertutupi oleh sisik lingkaran yang berwarna keperak-perakan
  3. Terdapat garis memanjang dari penutup insang sampai ekor pada bagian tengah tubuhnya
  4. Sirip dada dan sirip perut dilengkapi dengan sisik tambahan yang cukup besar
  5. Arah sirip anus menghadap ke belakang
  6. Matanya tertutupi oleh selaput bening
  7. Mulutnya terletak di bagian depan kepala, simetris, kecil, dan tidak bergigi

Jenis kelamin ikan bandeng bisa diketahui dari jumlah anus dan postur tubuhnya. Ikan bandeng jantan memiliki dua anus dan tubuhnya kecil. Sementara itu, ikan bandeng betina selalu mempunyai anus sebanyak tiga dan postur tubuhnya pun lebih besar.

Anatomi Ikan Bandeng

Pada dasarnya, struktur anatomi ikan bandeng sama seperti ikan-ikan pada umumnya. Beberapa organ tubuh ikan ini yang cukup mudah untuk diteliti antara lain otak, sistem pencernaan, jantung, hati, limpa, gonad, gelembung renang, ginjal pilorik kaeka, dan kantong empedu.

Di dalam rongga badan ikan bandeng terdapat ginjal dan gelembung renang yang berguna untuk mendeteksi tingkat kedalaman air. Organ-organ ini berada di sebelah ventral. Di sampingnya juga terdapat limpa, meskipun organ ini sukar diamati karena sering tertutup lemak dan hati di antara usus. Organ-organ lain yang juga terletak di posisi ini yaitu saluran pencernaan, hati, dan kantong empedu.

Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Gonorynchiformes
Familia : Chanidae
Genus : Chanos
Spesies : Chanos

0 Response to "Ciri-ciri Morfologi dan Anatomi Ikan Bandeng"

Posting Komentar