7 Tips Memilih Akuarium yang Paling Cocok

Apakah Anda sedang berniat untuk memilih akuarium yang paling cocok? Kita biasanya memelihara ikan hias di akuarium atau kolam. Akuarium dapat digunakan sebagai tempat tinggal ikan-ikan yang memiliki keindahan dari sisi samping. Misalnya seperti ikan koki, ikan guppy, ikan arwana, ikan oscar, dan lain-lain. Sedangkan ikan yang memiliki keindahan dari sisi atas seperti ikan koi, ikan komet, dan ikan lele hias bisa dipelihara di kolam.

Berdasarkan bahan bakunya, ada dua jenis akuarium yaitu akuarium kaca dan akuarium akrilik. Akuarium kaca memiliki kelebihan pada harganya yang murah dan lebih bening, tetapi rawan pecah dan gampang ditumbuhi lumut. Berbeda dengan akuarium akrilik yang mempunyai bobot lebih ringan, mudah perawatannya, serta tidak rentan rusak. Sayangnya harga akuarium akrilik di beberapa daerah jauh lebih mahal dibandingkan akuarium kaca.

tips-memilih-akuarium.jpg

Biar tidak salah pilih, Anda bisa memperhatikan ketujuh faktor-faktor di bawah ini ketika ingin membeli akuarium.

  1. Hitung Anggaran yang Tersedia

Anda mungkin boleh berkhayal memiliki akuarium seperti di pusat perbelanjaan. Tetapi berpikirlah realistis dengan menyesuaikannya terhadap anggaran yang tersedia sehingga Anda tidak terbebani. Hitung anggaran yang Anda miliki secara tepat, kemudian pergilah ke toko ikan hias untuk membeli akuarium. Jika ingin lebih murah, Anda bisa membuat akuarium sendiri menggunakan bahan kaca atau akrilik.

  1. Ukuran Besar Selalu Lebih Baik

Ikan pada umumnya menyukai tempat yang luas agar dapat berenang dengan bebas. Namun tentu saja Anda perlu menyesuaikannya terhadap ukuran ruangan yang tersedia dan anggarannya. Minimal ukuran volume akuarium adalah tiga kali ukuran ikan, baik panjang, lebar, maupun tingginya.

  1. Sesuaikan dengan Populasi Ikan

Semakin banyak jumlah ikan yang akan ditempatkan di akuarium tersebut, maka ukurannya pun harus semakin luas. Faktor populasi ini begitu penting untuk diperhatikan supaya semua ikan di dalamnya bisa hidup nyaman dan rukun. Kunci penilaian yang harus diingat ialah luas permukaan dasar akuarium sebab mempengaruhi kadar oksigen terlarut di dalam air.

  1. Bahan Bakunya Tebal

Dinding akuarium bertugas untuk menahan tekanan yang ditimbulkan oleh air. Semakin ke bagian dasar, tekanan ini akan terasa semakin kuat. Bahkan untuk akuarium yang ukurannya lebih dari 60 cm membutuhkan space bar berupa potongan kaca yang dipasang di bagian atas hanya untuk menahan tekanan air ini. Itu sebabnya, memilih bahan pembuat akuarium yang tebal sangat berguna untuk mencegahnya dari kerusakan.

  1. Lapisan Lem Menempel Kuat

Akuarium terbuat dari potongan-potongan kaca atau akrilik yang dirangkai membentuk balok dengan menempelkannya memakai lem. Jadi lem memiliki peranan yang sangat penting untuk menyatukan potongan-potongan kaca/akrilik. Apabila lem yang dipakai berkualitas rendah akan menyebabkannya rawan berlubang hingga mengakibatkan kebocoran. Lambat laun daya rekat lem pun akan menjadi lemah sehingga sambungannya akan terlepas.

  1. Cek Kondisi Setiap Sudut

Jika Anda bertanya bagian manakah dari akuarium yang rawan sekali mengalami kerusakan, maka jawabannya yaitu bagian sudut atau pojokan. Bagian ini selain bertugas untuk menyambung dengan bagian di sebelahnya, juga harus menahan tekanan air yang lebih besar. Oleh karena itu, bagian inilah yang biasanya mudah pecah terutama bila kondisinya tidak diperhatikan dengan benar.

  1. Cara Mengangkat Akuarium

Setelah Anda berhasil menemukan akuarium yang paling cocok, segeralah bayar uang pembeliannya. Kemudian Anda bisa membawanya ke dalam mobil. Hati-hati saat mengangkat akuarium tersebut jangan melakukannya secara asal-asalan. Anda harus menutup semua sudut akuarium ini memakai styrofoam biar tidak tajam. Kemudian peganglah bagian bawah akuarium, lalu angkat. Jika akuarium tadi ukurannya cukup besar, Anda bisa meminta bantuan orang lain.

0 Response to "7 Tips Memilih Akuarium yang Paling Cocok"

Posting Komentar