Salah satu hal yang paling sering ditanyakan orang sebelum mengirim paket ke Jepang adalah soal ongkir.
Biasanya pertanyaannya sederhana.
“Berapa biaya kirim paket ke Jepang?”
Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan tersebut kita perlu tahu dulu paket yang mau dikirim seperti apa.
Karena biaya kirim paket 1 kg tentu tidak sama dengan paket 10 kg atau 30 kg.
Selain itu, ukuran paket juga bisa berpengaruh.
Kenapa ongkir ke Jepang berbeda-beda?
Setiap paket mempunyai kondisi yang berbeda.
Ada paket yang beratnya sedikit tetapi ukurannya besar. Ada juga paket yang berat tetapi ukurannya tidak terlalu besar.
Jenis barangnya juga bisa berbeda.
Kemudian ada pilihan pengiriman yang berbeda, misalnya lewat udara atau lewat laut.
Jadi tidak bisa hanya mengatakan semua paket ke Jepang harganya sekian rupiah.
Harus dilihat dulu paketnya.
Berat paket
Berat adalah salah satu hal yang paling mudah untuk dipahami.
Semakin berat paket, biasanya biaya pengiriman juga akan semakin besar.
Misalnya seseorang ingin mengirim pakaian dengan berat 5 kg.
Orang lain mungkin ingin mengirim barang pindahan dengan berat 20 kg.
Tentu saja biaya keduanya tidak akan sama.
Karena itu sebelum bertanya mengenai ongkir, sebaiknya barang ditimbang terlebih dahulu kalau memungkinkan.
Ukuran paket juga perlu diperhatikan
Selain berat, ukuran kardus juga penting.
Pada pengiriman tertentu ada yang menggunakan berat volumetrik.
Berat volumetrik adalah berat yang dihitung dari ukuran paket.
Rumus yang umum digunakan adalah:
Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 5000
Ukuran tersebut menggunakan satuan centimeter.
Sebagai contoh, sebuah kardus mempunyai ukuran 50 cm × 40 cm × 50 cm.
Kalau dihitung:
50 × 40 × 50 ÷ 5000 = 20 kg.
Artinya berat volumetriknya adalah 20 kg.
Kalau berat asli barang ternyata hanya 10 kg, perhitungan ongkir pada kondisi tertentu bisa menggunakan berat volumetrik tersebut.
Karena itu jangan memilih kardus yang terlalu besar kalau memang tidak diperlukan.
Pengiriman lewat udara
Untuk pengiriman barang ke Jepang lewat udara, biasanya waktu sampainya lebih cepat.
CJX mempunyai layanan Air Express dan Air Regular.
Air Express mempunyai estimasi sekitar 5 sampai 7 hari.
Sedangkan Air Regular sekitar 7 sampai 10 hari.
Biayanya akan menyesuaikan dengan berat dan ketentuan layanan yang digunakan.
Pengiriman udara biasanya cocok untuk barang yang ingin lebih cepat sampai.
Pengiriman lewat laut
Selain udara, ada juga pengiriman lewat laut.
Pengiriman laut membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pengiriman udara.
Untuk Sea Ekonomis, estimasinya sekitar 30 sampai 45 hari.
Layanan ini bisa digunakan untuk barang dengan berat yang lebih banyak dan tidak terlalu terburu-buru sampai.
Misalnya barang pindahan atau barang pribadi dalam jumlah cukup banyak.
Tentu saja waktu tersebut hanya estimasi dan bisa berubah karena kondisi selama perjalanan.
Apakah semakin banyak barang semakin mahal?
Secara umum semakin berat barang maka biaya pengirimannya juga bertambah.
Tetapi cara menghitungnya tidak selalu sesederhana harga per kilogram dikali berat.
Setiap layanan mempunyai perhitungan masing-masing.
Untuk itu kalau barang yang ingin dikirim cukup banyak, lebih baik langsung dihitung berdasarkan data barangnya.
Jangan hanya menggunakan perkiraan dari paket kecil.
Apakah ada biaya tambahan?
Ini juga perlu ditanyakan sebelum mengirim.
Karena setiap jasa pengiriman bisa mempunyai sistem harga yang berbeda.
Ada yang memberikan harga dasar pengiriman kemudian masih ada biaya lainnya.
Ada juga yang menggunakan harga all-in.
CJX sendiri menggunakan konsep all-in untuk pengiriman Indonesia ke Jepang.
Tujuannya supaya customer lebih mudah mengetahui berapa biaya yang harus disiapkan.
Tetapi tentu saja tetap ada ketentuan mengenai jenis barang yang bisa dikirim.
Jadi berapa ongkir paket ke Jepang?
Jawabannya tergantung paketnya.
Kalau ingin mengetahui ongkir dengan lebih jelas, siapkan beberapa informasi seperti:
Berat barang
Ukuran kardus
Jenis barang
Jumlah paket
Kota tujuan di Jepang
Setelah itu baru bisa dihitung.
Jadi kalau Anda ingin mengirim paket ke Jepang, tidak perlu bingung dari awal.
Timbang barangnya, ukur kardusnya kalau sudah ada, lalu tanyakan biaya pengirimannya.
Dengan informasi yang lengkap, biasanya proses menghitung ongkir juga menjadi lebih mudah.
.png)
Komentar
Posting Komentar