Salah satu hal yang paling sering ditanyakan orang sebelum mengirim paket ke Jepang adalah soal ongkir. Biasanya pertanyaannya sederhana. “Berapa biaya kirim paket ke Jepang ?” Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan tersebut kita perlu tahu dulu paket yang mau dikirim seperti apa. Karena biaya kirim paket 1 kg tentu tidak sama dengan paket 10 kg atau 30 kg. Selain itu, ukuran paket juga bisa berpengaruh. Kenapa ongkir ke Jepang berbeda-beda? Setiap paket mempunyai kondisi yang berbeda. Ada paket yang beratnya sedikit tetapi ukurannya besar. Ada juga paket yang berat tetapi ukurannya tidak terlalu besar. Jenis barangnya juga bisa berbeda. Kemudian ada pilihan pengiriman yang berbeda, misalnya lewat udara atau lewat laut. Jadi tidak bisa hanya mengatakan semua paket ke Jepang harganya sekian rupiah. Harus dilihat dulu paketnya. Berat paket Berat adalah salah satu hal yang paling mudah untuk dipahami. Semakin berat paket, biasanya biaya pengiriman juga akan semakin besar. Misalnya seseorang...
Mengirim makanan ke Jepang sering terlihat mudah. Makanan sudah dibeli, dimasukkan ke kardus, alamat ditulis, lalu paket dikirim. Namun, beberapa masalah justru muncul dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele. 1. Tidak mencatat semua isi paket “Ah, cuma beberapa bungkus makanan.” Justru karena merasa jumlahnya sedikit, isi paket kadang tidak dicatat dengan teliti. Padahal daftar isi membantu menjelaskan apa saja yang terdapat di dalam paket dan memudahkan pemeriksaan apabila diperlukan. 2. Mengandalkan ingatan saat membeli makanan Ketika membeli banyak produk sekaligus, sangat mudah lupa makanan mana yang dibeli dan berapa jumlahnya. Lebih baik langsung mencatat produk setelah dibeli daripada mengandalkan ingatan ketika sudah sampai di rumah. 3. Tidak memperhatikan kondisi kemasan Kemasan yang sedikit penyok, sobek, atau segelnya mulai terbuka mungkin terlihat tidak masalah. Tetapi kondisi tersebut dapat menjadi lebih buruk selama perjalanan. Sebelum dikemas, periksa kembal...