Mengirim makanan ke Jepang sering terlihat mudah.
Makanan sudah dibeli, dimasukkan ke kardus, alamat ditulis, lalu paket dikirim.
Namun, beberapa masalah justru muncul dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele.
1. Tidak mencatat semua isi paket
“Ah, cuma beberapa bungkus makanan.”
Justru karena merasa jumlahnya sedikit, isi paket kadang tidak dicatat dengan teliti.
Padahal daftar isi membantu menjelaskan apa saja yang terdapat di dalam paket dan memudahkan pemeriksaan apabila diperlukan.
2. Mengandalkan ingatan saat membeli makanan
Ketika membeli banyak produk sekaligus, sangat mudah lupa makanan mana yang dibeli dan berapa jumlahnya.
Lebih baik langsung mencatat produk setelah dibeli daripada mengandalkan ingatan ketika sudah sampai di rumah.
3. Tidak memperhatikan kondisi kemasan
Kemasan yang sedikit penyok, sobek, atau segelnya mulai terbuka mungkin terlihat tidak masalah.
Tetapi kondisi tersebut dapat menjadi lebih buruk selama perjalanan.
Sebelum dikemas, periksa kembali setiap produk dan pisahkan barang yang kondisinya sudah kurang baik.
4. Mencampur semua makanan tanpa mempertimbangkan bentuknya
Makanan ringan, makanan dalam botol, makanan dalam kemasan tipis, dan produk yang berat sebaiknya tidak diperlakukan sama.
Barang yang berat dapat menekan produk yang lebih rapuh.
Sedangkan produk dengan cairan dapat menimbulkan masalah jika mengalami kebocoran.
Penataan isi kardus perlu disesuaikan dengan karakter masing-masing produk.
5. Baru mencari tahu aturan setelah paket dikemas
Ini salah satu hal yang sebaiknya dihindari.
Ketika semua makanan sudah masuk kardus dan siap dikirim, baru kemudian mencari tahu apakah ada produk tertentu yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Akibatnya, kardus harus dibongkar lagi.
Lebih praktis jika makanan yang akan dikirim diperiksa sejak awal, terutama untuk produk yang memiliki bahan atau karakteristik yang membuat Anda ragu.
Yang terlihat sepele justru sering merepotkan
Dalam pengiriman makanan ke Jepang, masalah tidak selalu berasal dari sesuatu yang besar.
Kadang hanya karena satu produk lupa dicatat, satu kemasan rusak tidak diperiksa, atau satu makanan dimasukkan tanpa mengecek komposisinya terlebih dahulu.
Karena itu, sebelum kardus ditutup, jangan hanya bertanya:
“Sudah penuh belum?”
Coba tanyakan juga:
“Semua isinya sudah benar-benar diperiksa belum?”
Beberapa menit pemeriksaan sebelum pengiriman bisa jauh lebih mudah daripada memperbaiki masalah setelah paket sudah berangkat.

Komentar
Posting Komentar