Langsung ke konten utama

Lengkap! Petunjuk Cara Pemijahan Ikan Gabus

Ikan gabus (Channa striata) adalah ikan air tawar yang tergolong sebagai ikan predator. Kekhasan dari ikan ini ialah memiliki kepala yang berbentuk seperti ular. Di beberapa daerah, ikan gabus disebut juga sebagai deleg, kocolan, kutuk, aruan, haruan, bogo, bayong, lincingan, dan lain-lain. Habitat alami ikan gabus berada di lingkungan sawah, sungai, danau, dan rawa-rawa.

Karena mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, ikan gabus mulai banyak dibudidayakan oleh para petani lokal. Pemeliharaannya biasa dilakukan di kolam beton atau kolam fiberglass mengingat giginya yang tajam dapat merusak terpal maupun jaring. Sasaran pemasaran ikan gabus meliputi pasar untuk konsumsi, toko ikan hias, dan toko obat tradisional.

pemijahan-ikan-gabus.jpg

1. Pemilihan Indukan Ikan Gabus

Idealnya, indukan ikan gabus berumur lebih dari setahun dan berbobot sekitar 1-1,5 kg. Semakin berat indukan ikan tersebut, maka telur yang akan dihasilkannya pun akan semakin banyak. Perbandingan jumlah indukan ikan jantan dan betina yang digunakan dalam pemijahan adalah 1:1.

Ciri-ciri ikan gabus jantan memiliki kepala yang lonjong, warna tubuhnya lebih gelap, lubang kelamin berwarna kemerahan, dan jika lubang tersebut diurut maka akan mengeluarkan cairan putih bening. Sedangkan ikan gabus betina mempunyai bentuk kepala membulat, perutnya membesar, tubuh berwarna lebih terang, dan bila lubang kelaminnya diurut maka akan mengeluarkan telur.

2. Pemijahan Indukan Ikan Gabus

Proses pemijahan sepenuhnya dikerjakan di kolam khusus yang terbuat dari beton atau fiberglass. Ukuran kolam pemijahan yang ideal yakni 5 x 3 x 1 m. Setelah dikeringkan selama 3-5 hari, selanjutnya isi kolam tersebut dengan air bersih setinggi 50 cm. Jangan lupa pasang peralatan pendukung kolam sehingga memungkinkan air di dalamnya tetap mengalir lancar. Anda juga bisa menambahkan beberapa tanaman eceng gondok untuk merangsang terjadinya perkawinan ikan gabus yang lebih cepat.

Untuk kolam pemijahan dengan ukuran seperti yang disarankan di atas, Anda bisa memasukkan sekaligus 30 ikan jantan dan 30 ikan betina. Proses perkawinan biasanya berlangsung saat pagi dan sore hari. Keesokan harinya, Anda bisa mulai mengambil telur-telur ikan gabus yang menempel di eceng gondok menggunakan jaring. Telur tersebut perlu dipisahkan dari indukannya mengingat ikan gabus memiliki sifat kanibalisme.

3. Pemeliharaan Larva Ikan Gabus

Proses pemeliharaan larva ikan gabus dilakukan di kolam yang sama dengan kolam yang dipakai untuk menetaskan telur. Ketika berusia 2 hari, larva ikan ini bisa diberi pakan berupa kutu air, cacing sutra, dan naupli artemia. Memasuki umur 2 minggu, benih ikan gabus mulai diajarkan memakan pelet apung hingga usianya mencapai 1 bulan. Biasanya 20-30 persen benih ikan bakal mati karena tidak mampu menyesuaikan diri.

Pada waktu ikan gabus berumur 1 bulan, rata-rata ukuran benih tersebut berkisar antara 5-7 cm. Trik agar pembiasaan ikan gabus untuk memakan pelet berhasil, cobalah memasukkan benih ikan nila berukuran 0,8-1 cm sebanyak 10-15 persen dari jumlah benih ikan gabus ke dalam kolam pemeliharaan. Ikan nila yang mempunyai perilaku yang rakus terhadap makanan bakal menciptakan suasana persaingan umpan meriah, sehingga mau tidak mau benih ikan gabus pun akan mengikutinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Besar Ekspor Kopi Indonesia ke Italia

  Italia dikenal sebagai salah satu negara dengan budaya minum kopi paling kuat di dunia. Hampir setiap sudut kota memiliki kedai kopi yang selalu ramai sejak pagi hingga malam hari. Bagi masyarakat Italia, kopi bukan sekadar minuman penyemangat, tetapi bagian penting dari gaya hidup dan kebanggaan budaya. Kondisi ini menjadikan Italia sebagai salah satu pasar potensial bagi ekspor kopi Indonesia ke Italia . Indonesia memiliki keunggulan dalam keragaman jenis kopi. Dari Aceh hingga Papua, setiap daerah menghasilkan cita rasa unik yang disukai oleh penikmat kopi mancanegara. Kopi arabika Gayo, Toraja, Kintamani, dan Flores dikenal memiliki aroma khas dengan keasaman lembut, sementara kopi robusta Lampung dan Temanggung memiliki karakter kuat yang sering digunakan dalam campuran espresso—jenis minuman kopi yang sangat populer di Italia. Permintaan kopi di Italia sangat stabil, bahkan meningkat setiap tahun. Negara tersebut tidak hanya mengonsumsi kopi murni, tetapi juga menjadi pus...

Cara Mengirim Ikan Beku dari Indonesia ke Jepang

  Mengirim ikan beku dari Indonesia ke Jepang membutuhkan perhatian ekstra karena sifat barang yang mudah rusak. Proses ini harus dilakukan dengan benar agar ikan tetap segar dan memenuhi standar kualitas di Jepang. Berikut panduan lengkap untuk membantu Anda mengirim ikan beku ke Jepang dengan aman dan efisien. 1. Persiapan Ikan Beku Persiapan yang baik adalah kunci utama keberhasilan pengiriman ikan beku: Pastikan ikan berkualitas : Gunakan ikan yang segar dan telah diproses sesuai standar sanitasi. Pembekuan optimal : Bekukan ikan hingga suhu -18°C atau lebih rendah untuk menjaga kualitas. Pengemasan vakum : Gunakan metode pengemasan vakum untuk mengurangi risiko kontaminasi dan menjaga kesegaran lebih lama. 2. Gunakan Kemasan Khusus Pengemasan sangat penting untuk pengiriman ikan beku: Gunakan kotak styrofoam : Kotak ini membantu menjaga suhu rendah selama pengiriman. Tambahkan dry ice atau gel pack : Bahan ini membantu mempertahankan suhu beku selama transportasi. Segel dengan...

Pengalaman Kirim Makanan ke Korea Selatan: Apa yang Harus Diketahui?

  Mengirim makanan ke luar negeri, termasuk ke Korea Selatan, memiliki tantangan tersendiri. Banyak orang Indonesia yang ingin mengirimkan makanan khas tanah air untuk keluarga, teman, maupun komunitas di sana. Namun, proses ini tidak semudah mengirim barang biasa karena ada aturan ketat terkait keamanan pangan dan ketahanan produk selama perjalanan pengiriman barang ke Korea Selatan . Jenis Makanan yang Umumnya Bisa Dikirim Makanan Kering: keripik, kue kering, biskuit, atau snack instan. Produk Kemasan Pabrik: mi instan, kopi, teh, dan makanan kaleng yang memiliki label resmi. Bumbu Masakan Instan: sambal kemasan, bumbu instan sachet, dan rempah bubuk. Jenis Makanan yang Sulit atau Tidak Bisa Masuk Produk Segar: daging, ikan, buah, dan sayuran biasanya ditolak tanpa izin khusus. Makanan Olahan Rumahan: kue basah, lauk siap makan, atau produk tanpa label resmi rentan ditahan. Cairan dalam Jumlah Besar: saus atau minuman yang tidak dikemas sesuai standar ...