Langsung ke konten utama

Nih, 4 Cara Mancing Ikan Tuna yang Lengkap!

Bagaimana cara mancing ikan tuna yang ampuh, men? Ikan tuna merupakan salah satu ikan yang paling diincar oleh para pemancing lantaran tenaganya yang sangat kuat mampu menciptakan sensasi tarikan tersendiri. Apalagi rata-rata ikan tuna memiliki ukuran dan bobot yang besar sekali. Siapa coba yang tidak bangga jika berhasil menaklukan ikan seberat lebih dari 100 kg?

Karena alasan-alasan itulah banyak dari kalangan mancing mania yang tak ragu untuk memburu ikan ini hingga ke tengah lautan lepas. Namun untuk mendapatkan ikan tuna ternyata tidak semudah yang disangka. Tentu dengan berbekal peralatan memancing yang telah diperhitungkan secara matang, peluang hasilnya pun akan lebih maksimal.

cara-mancing-ikan-tuna.jpg

Tahukah Anda, ikan tuna cenderung memilih tinggal di perairan yang memiliki kawasan luas dengan dasar berkarang. Pada lingkungan ini biasanya terdapat banyak pakan yang tersedia bagi ikan tuna seperti cumi-cumi, ikan teri, ikan kembung, dan sebagainya. Jadi inilah spot yang terbaik untuk menemukan ikan tuna.

Berikut ini peralatan yang bisa dipakai untuk memancing ikan tuna. Ingat, Anda bisa mendapatkan alat-alat pancing yang berkualitas terbaik hanya di Toko AlatPerabotan.com.

  1. Joran khusus untuk teknik trolling
  2. Joran khusus untuk teknik jigging
  3. Line atau tali pancing
  4. Reel atau penggulung tali pancing

Di bawah ini teknik-teknik yang bisa diaplikasikan saat memancing ikan tuna!

1. Teknik Trolling

Biasanya ikan tuna senang bergerombol dengan kawanan ikan lumba-lumba. Jadi ketika Anda melihat sekawanan lumba-lumba, itulah waktu yang paling tepat untuk menurunkan kail. Anda bisa menggunakan umpan berupa squid tiruan alias cumi-cumi palsu yang terbuat dari karet dan pemberat. Letakkan umpan ini di kedalaman yang berkisar antara 30-80 meter. Kemudian umpan tersebut ditarik-ulur sedemikian rupa agar ikan tuna tertarik untuk memakannya.

Teknik trolling paling pas dilakukan pada waktu malam hari. Sebelumnya perairan di sekitar kapal perlu diterangi lampu genset atau lampu tenggelam untuk menarik perhatian ikan-ikan kecil berkumpul di sekitarnya. Cepat atau lambat biasanya ikan lumba-lumba juga akan segera mendekati wilayah perairan tersebut. Perhatikan dengan seksama bila itu merupakan lumba-lumba hitam berbintik-bintik, maka besar kemungkinan ada gerombolan ikan tuna yang juga mengikutinya.

2. Teknik Jigging

Untuk memancing ikan tuna dengan teknik jigging, Anda bisa memanfaatkan joran yang berukuran pe 4-6, pe 6-8, atau pe 8-10. Anda juga membutuhkan reel ukuran 10.000-30.000 dan usahakan pilih yang sanggup menampung PE banyak mengingat ikan tuna termasuk tipe perenang cepat. Selain itu, untuk hook/mata pancing yang diperlukan, Anda bisa memakai hook berkuran 0/11 atau lebih.

Disarankan lengkapi peralatan Anda dengan metal jig yang disesuaikan dengan kondisi perairan. Kemudian turunkan metal jig tersebut ke dalam perairan dengan kedalaman sekitar 80 hingga 100 meter. Paling ampuh, mancing ikan tuna dengan teknik trolling menggunakan umpan berupa ikan bandeng yang masih hidup.

3. Teknik Koncer

Persiapan untuk teknik koncer, Anda bisa mengandalkan joran jigging yang dilengkapi reel berukuran PE 4-600 meter. Opsi lainnya pakai joran trolling dengan kapasitas mono line 80 lbs dan minimal 600 meter. Sedangkan untuk kailnya, pakai hook yang berukuran 0/11 atau lebih.

Apabila Anda ingin membuat rangkaian dua mata kail atau lebih, buatlah bentuk rangkaiannya seperti saat hendak mancing ikan tenggiri dan tidak perlu menggunakan seling atau neklin. Biasanya rangkaian dua mata kail ini diterapkan untuk teknik koncer memakai umpan mati. Sementara untuk satu mata kail, Anda bisa memasang kail di mulut umpan. Adapun umpan yang jitu untuk teknik koncer antara lain ikan tongkol, ikan cakalang, dan cumi-cumi.

4. Teknik Handline

Salah satu teknik mancing yang cukup menantang adalah handline. Ketika ingin memburu ikan tuna dengan teknik ini, Anda bisa membawa senjata metal jig yang berukuran 400-600 gram. Teknik handline dilakukan dengan menarik tali pancing secepat-cepatnya kemudian diturunkan lagi. Begitu seterusnya hingga didapatkan ikan tuna yang memangsa umpan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Besar Ekspor Kopi Indonesia ke Italia

  Italia dikenal sebagai salah satu negara dengan budaya minum kopi paling kuat di dunia. Hampir setiap sudut kota memiliki kedai kopi yang selalu ramai sejak pagi hingga malam hari. Bagi masyarakat Italia, kopi bukan sekadar minuman penyemangat, tetapi bagian penting dari gaya hidup dan kebanggaan budaya. Kondisi ini menjadikan Italia sebagai salah satu pasar potensial bagi ekspor kopi Indonesia ke Italia . Indonesia memiliki keunggulan dalam keragaman jenis kopi. Dari Aceh hingga Papua, setiap daerah menghasilkan cita rasa unik yang disukai oleh penikmat kopi mancanegara. Kopi arabika Gayo, Toraja, Kintamani, dan Flores dikenal memiliki aroma khas dengan keasaman lembut, sementara kopi robusta Lampung dan Temanggung memiliki karakter kuat yang sering digunakan dalam campuran espresso—jenis minuman kopi yang sangat populer di Italia. Permintaan kopi di Italia sangat stabil, bahkan meningkat setiap tahun. Negara tersebut tidak hanya mengonsumsi kopi murni, tetapi juga menjadi pus...

Cara Mengirim Ikan Beku dari Indonesia ke Jepang

  Mengirim ikan beku dari Indonesia ke Jepang membutuhkan perhatian ekstra karena sifat barang yang mudah rusak. Proses ini harus dilakukan dengan benar agar ikan tetap segar dan memenuhi standar kualitas di Jepang. Berikut panduan lengkap untuk membantu Anda mengirim ikan beku ke Jepang dengan aman dan efisien. 1. Persiapan Ikan Beku Persiapan yang baik adalah kunci utama keberhasilan pengiriman ikan beku: Pastikan ikan berkualitas : Gunakan ikan yang segar dan telah diproses sesuai standar sanitasi. Pembekuan optimal : Bekukan ikan hingga suhu -18°C atau lebih rendah untuk menjaga kualitas. Pengemasan vakum : Gunakan metode pengemasan vakum untuk mengurangi risiko kontaminasi dan menjaga kesegaran lebih lama. 2. Gunakan Kemasan Khusus Pengemasan sangat penting untuk pengiriman ikan beku: Gunakan kotak styrofoam : Kotak ini membantu menjaga suhu rendah selama pengiriman. Tambahkan dry ice atau gel pack : Bahan ini membantu mempertahankan suhu beku selama transportasi. Segel dengan...

Pengalaman Kirim Makanan ke Korea Selatan: Apa yang Harus Diketahui?

  Mengirim makanan ke luar negeri, termasuk ke Korea Selatan, memiliki tantangan tersendiri. Banyak orang Indonesia yang ingin mengirimkan makanan khas tanah air untuk keluarga, teman, maupun komunitas di sana. Namun, proses ini tidak semudah mengirim barang biasa karena ada aturan ketat terkait keamanan pangan dan ketahanan produk selama perjalanan pengiriman barang ke Korea Selatan . Jenis Makanan yang Umumnya Bisa Dikirim Makanan Kering: keripik, kue kering, biskuit, atau snack instan. Produk Kemasan Pabrik: mi instan, kopi, teh, dan makanan kaleng yang memiliki label resmi. Bumbu Masakan Instan: sambal kemasan, bumbu instan sachet, dan rempah bubuk. Jenis Makanan yang Sulit atau Tidak Bisa Masuk Produk Segar: daging, ikan, buah, dan sayuran biasanya ditolak tanpa izin khusus. Makanan Olahan Rumahan: kue basah, lauk siap makan, atau produk tanpa label resmi rentan ditahan. Cairan dalam Jumlah Besar: saus atau minuman yang tidak dikemas sesuai standar ...