Langsung ke konten utama

3 Faktor Penyebab Ikan Lele Menjadi Kembung

Ikan lele dikenal sebagai ikan konsumsi yang paling banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Bukan tanpa alasan mengapa penggemar daging ikan lele ini begitu banyak. Sebab rasanya memang gurih dengan tekstur yang lembut. Ikan lele juga mempunyai duri yang tidak terlalu banyak dan tersusun dengan rapi. Hal ini membuat kita menjadi lebih mudah dalam menikmati ikan lele. Ikan ini biasanya diolah dengan cara digoreng.
Banyaknya penggemar ikan lele membuat para peternak ikan air tawar melirik bisnis usaha budidaya ikan lele. Salah satunya adalah Anda. Untuk bisa meraih kesuksesan dalam beternak ikan lele, Anda tentu harus mengelola dengan sebaik-baiknya. Meskipun ikan ini mempunyai daya tahan yang tinggi, ikan lele tetap membutuhkan perawatan semaksimal mungkin. Ikan lele pun dapat tersaring penyakit jika tidak dirawat dengan baik.
Salah satu penyakit yang menyerang ikan lele yaitu penyakit kembung. Penyakit ini dapat mengakibatkan pembengkakan pada bagian perut ikan lele. Penyakit ini tidak pandang bulu sebab bisa menyerang kolam ikan lele yang baru dibangun maupun kolam yang sudah berumur lama. Anda harus mengatasinya sesegera mungkin karena ikan lele yang terserang berpeluang besar akan mati secara mendadak dengan perut yang membesar.
penyakit-kembung-ikan-lele.jpg
Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit kembung pada ikan lele!
Faktor 1. Kondisi Kolam Belum Stabil
Penyakit kembung pada ikan lele dapat menjangkiti ikan-ikan yang baru dibudidayakan. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi di dalam kolam tersebut yang belum terlalu stabil. Kolam ikan lele yang baru saja dibangun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat lingkungan, terutama air senantiasa dalam keadaan yang stabil. Ada baiknya kolam yang baru dibuat jangan langsung diisi dengan ikan lele, melainkan ikan mas sebagai percobaan.
Faktor 2. Air yang Kotor
Khusus untuk kolam yang sudah berusia lama, penyakit kembung juga bisa melanda ikan-ikan lele yang hidup di dalamnya. Kondisi tersebut dapat terjadi lantaran kebersihan air di kolam tidak diperhatikan dengan baik. Air di kolam ikan lele bisa berubah menjadi kotor akibat tercemar oleh kotoran ikan lele dan sisa-sisa pakan yang tidak habis dimakan. Banyaknya kotoran ini akan memicu peningkatan kadar amoniak di dalam air.
Faktor 3. Kadar Oksigen di Air Rendah
Ikan lele mempunyai mulut yang berukuran cukup lebar. Dengan bentuk mulut yang demikian sangat memudahkan ikan tersebut untuk memakan makanan dalam jumlah yang banyak. Ikan lele membutuhkan kadar oksigen yang cukup untuk membantu mencerna makanan di dalam perut. Jika tidak, timbul pembengkakan yang disebabkan oleh gas dari proses pencernaan. Tingginya kadar gas di dalam tubuh ikan lele lantas akan menyebabkan kembung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Besar Ekspor Kopi Indonesia ke Italia

  Italia dikenal sebagai salah satu negara dengan budaya minum kopi paling kuat di dunia. Hampir setiap sudut kota memiliki kedai kopi yang selalu ramai sejak pagi hingga malam hari. Bagi masyarakat Italia, kopi bukan sekadar minuman penyemangat, tetapi bagian penting dari gaya hidup dan kebanggaan budaya. Kondisi ini menjadikan Italia sebagai salah satu pasar potensial bagi ekspor kopi Indonesia ke Italia . Indonesia memiliki keunggulan dalam keragaman jenis kopi. Dari Aceh hingga Papua, setiap daerah menghasilkan cita rasa unik yang disukai oleh penikmat kopi mancanegara. Kopi arabika Gayo, Toraja, Kintamani, dan Flores dikenal memiliki aroma khas dengan keasaman lembut, sementara kopi robusta Lampung dan Temanggung memiliki karakter kuat yang sering digunakan dalam campuran espresso—jenis minuman kopi yang sangat populer di Italia. Permintaan kopi di Italia sangat stabil, bahkan meningkat setiap tahun. Negara tersebut tidak hanya mengonsumsi kopi murni, tetapi juga menjadi pus...

Cara Mengirim Ikan Beku dari Indonesia ke Jepang

  Mengirim ikan beku dari Indonesia ke Jepang membutuhkan perhatian ekstra karena sifat barang yang mudah rusak. Proses ini harus dilakukan dengan benar agar ikan tetap segar dan memenuhi standar kualitas di Jepang. Berikut panduan lengkap untuk membantu Anda mengirim ikan beku ke Jepang dengan aman dan efisien. 1. Persiapan Ikan Beku Persiapan yang baik adalah kunci utama keberhasilan pengiriman ikan beku: Pastikan ikan berkualitas : Gunakan ikan yang segar dan telah diproses sesuai standar sanitasi. Pembekuan optimal : Bekukan ikan hingga suhu -18°C atau lebih rendah untuk menjaga kualitas. Pengemasan vakum : Gunakan metode pengemasan vakum untuk mengurangi risiko kontaminasi dan menjaga kesegaran lebih lama. 2. Gunakan Kemasan Khusus Pengemasan sangat penting untuk pengiriman ikan beku: Gunakan kotak styrofoam : Kotak ini membantu menjaga suhu rendah selama pengiriman. Tambahkan dry ice atau gel pack : Bahan ini membantu mempertahankan suhu beku selama transportasi. Segel dengan...

Pengalaman Kirim Makanan ke Korea Selatan: Apa yang Harus Diketahui?

  Mengirim makanan ke luar negeri, termasuk ke Korea Selatan, memiliki tantangan tersendiri. Banyak orang Indonesia yang ingin mengirimkan makanan khas tanah air untuk keluarga, teman, maupun komunitas di sana. Namun, proses ini tidak semudah mengirim barang biasa karena ada aturan ketat terkait keamanan pangan dan ketahanan produk selama perjalanan pengiriman barang ke Korea Selatan . Jenis Makanan yang Umumnya Bisa Dikirim Makanan Kering: keripik, kue kering, biskuit, atau snack instan. Produk Kemasan Pabrik: mi instan, kopi, teh, dan makanan kaleng yang memiliki label resmi. Bumbu Masakan Instan: sambal kemasan, bumbu instan sachet, dan rempah bubuk. Jenis Makanan yang Sulit atau Tidak Bisa Masuk Produk Segar: daging, ikan, buah, dan sayuran biasanya ditolak tanpa izin khusus. Makanan Olahan Rumahan: kue basah, lauk siap makan, atau produk tanpa label resmi rentan ditahan. Cairan dalam Jumlah Besar: saus atau minuman yang tidak dikemas sesuai standar ...