Langsung ke konten utama

Inilah Penyebab Ikan Lele Menjadi Kanibal

Sebenarnya secara alamiah ikan lele diciptakan dengan sifat kanibalisme yang tinggi. Ikan lele yang berukuran lebih besar cenderung akan memangsa ikan lele lain yang ukurannya lebih kecil. Bahkan bukan hanya sesama ikan lele saja yang mempunyai sifat kanibalisme ini, indukan ikan lele pun dapat memakan anak-anaknya sendiri. Perilaku kanibalisme ini tentu merugikan kita sebagai peternak ikan lele.
Ikan lele yang mempunyai perilaku kanibal menjadi hama yang berbahaya di kolam. Ikan tadi akan memangsa ikan-ikan lele yang lainnya sehingga tanpa disadari populasi ikan di kolam bisa mengalami penurunan drastis. Anda tidak boleh membiarkan kasus ini terus terjadi. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Anda harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat memicu sifat kanibalisme ikan lele ini keluar.
ikan-lele-menjadi-kanibal.jpg
Berikut ini penyebab-penyebab ikan lele menjadi kanibal, antara lain :
  1. Perbedaan Ukuran Tubuh
Kasus kanibalisme pada ikan lele bisa terjadi pada ikan yang seumur tetapi ukuran tubuhnya berbeda. Perbedaan postur ini biasanya disebabkan oleh laju pertumbuhan antara sesama benih ikan lele. Benih yang ukurannya besar cenderung dominan dalam bergerak dan mendapatkan makanan. Faktor lainnya yaitu sifat genetika, kondisi kesehatan, dan keagresifan dalam mencari makanan. Di sinilah diperlukan penyortiran secara berkala untuk menyeragamkan ukuran ikan lele sehingga tidak ada yang mendominasi, menjadikannya rakus, dan membuka peluang memangsa ikan lainnya.
  1. Populasi yang Terlalu Banyak
Memang sangat dianjurkan untuk memaksimalkan kapasitas yang dimiliki oleh kolam pemeliharaan ikan lele. Tapi Anda tetap harus memperhitungkan jumlah populasinya. Memelihara ikan lele dalam jumlah banyak tanpa memperhatikan daya dukung media pemeliharaan dapat menyebabkan ruang gerak ikan menjadi terbatas serta persaingan untuk mendapatkan makanan dan oksigen menjadi tinggi. Kondisi ini akan memicu munculnya sifat kanibal pada ikan lele. Adapun populasi yang ideal adalah 250 ekor/m2.
  1. Kekurangan Makanan
Selain jumlah pemberian pakan yang kurang, kekurangan makanan juga bisa karena kurang terkondisinya pH air dan pasokan oksigen di dalam kolam. Akibatnya yaitu perkembangbiakkan pakan di dalam kohe menjadi tidak seimbang dengan percepatan pertumbuhan ikan lele. Faktor lainnya yakni kurang sempurnanya proses fermentasi kohe yang mengakibatkan tingkat produktivitas pakan dalam kohe menjadi rendah. Kondisi ini akan semakin parah manakala tidak tersedia pakan alami di kolam tersebut.
  1. Ikan Lele Mengalami Stres
Kanibalisme bisa juga terjadi karena ikan lele mengalami stres. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh lingkungan. Seharusnya ikan lele dibudidayakan di lingkungan yang kondisinya tenang dan kondusif. Namun bila kondisinya tidak sesuai, maka ikan lele akan menjadi stres. Fluktuasi yang tinggi antara temperatur udara siang dan malam juga dapat memicu stres. Selain itu, tingkat kepadatan kolam yang terlalu tinggi dan minimnya jumlah makanan dapat mengakibatkan masalah yang sama.
  1. Pola Perawatan yang Salah
Agar berhasil, budidaya ikan lele membutuhkan perawatan yang tepat. Ikan-ikan lele tersebut harus mendapatkan paket perawatan secara periodik dan terjadwal. Jangan asal-asalan dalam merawat ikan lele. Ikan lele juga tidak boleh terlalu sering ditengok atau ditangkap di luar jadwal yang telah ditentukan. Sebab perawatan yang salah akan mengakibatkan ikan tersebut menjadi stres sehingga perilakunya menjadi tidak terkendali. Bukan tidak mungkin ikan tersebut bahkan akan menjadi kanibal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Besar Ekspor Kopi Indonesia ke Italia

  Italia dikenal sebagai salah satu negara dengan budaya minum kopi paling kuat di dunia. Hampir setiap sudut kota memiliki kedai kopi yang selalu ramai sejak pagi hingga malam hari. Bagi masyarakat Italia, kopi bukan sekadar minuman penyemangat, tetapi bagian penting dari gaya hidup dan kebanggaan budaya. Kondisi ini menjadikan Italia sebagai salah satu pasar potensial bagi ekspor kopi Indonesia ke Italia . Indonesia memiliki keunggulan dalam keragaman jenis kopi. Dari Aceh hingga Papua, setiap daerah menghasilkan cita rasa unik yang disukai oleh penikmat kopi mancanegara. Kopi arabika Gayo, Toraja, Kintamani, dan Flores dikenal memiliki aroma khas dengan keasaman lembut, sementara kopi robusta Lampung dan Temanggung memiliki karakter kuat yang sering digunakan dalam campuran espresso—jenis minuman kopi yang sangat populer di Italia. Permintaan kopi di Italia sangat stabil, bahkan meningkat setiap tahun. Negara tersebut tidak hanya mengonsumsi kopi murni, tetapi juga menjadi pus...

Cara Mengirim Ikan Beku dari Indonesia ke Jepang

  Mengirim ikan beku dari Indonesia ke Jepang membutuhkan perhatian ekstra karena sifat barang yang mudah rusak. Proses ini harus dilakukan dengan benar agar ikan tetap segar dan memenuhi standar kualitas di Jepang. Berikut panduan lengkap untuk membantu Anda mengirim ikan beku ke Jepang dengan aman dan efisien. 1. Persiapan Ikan Beku Persiapan yang baik adalah kunci utama keberhasilan pengiriman ikan beku: Pastikan ikan berkualitas : Gunakan ikan yang segar dan telah diproses sesuai standar sanitasi. Pembekuan optimal : Bekukan ikan hingga suhu -18°C atau lebih rendah untuk menjaga kualitas. Pengemasan vakum : Gunakan metode pengemasan vakum untuk mengurangi risiko kontaminasi dan menjaga kesegaran lebih lama. 2. Gunakan Kemasan Khusus Pengemasan sangat penting untuk pengiriman ikan beku: Gunakan kotak styrofoam : Kotak ini membantu menjaga suhu rendah selama pengiriman. Tambahkan dry ice atau gel pack : Bahan ini membantu mempertahankan suhu beku selama transportasi. Segel dengan...

Pengalaman Kirim Makanan ke Korea Selatan: Apa yang Harus Diketahui?

  Mengirim makanan ke luar negeri, termasuk ke Korea Selatan, memiliki tantangan tersendiri. Banyak orang Indonesia yang ingin mengirimkan makanan khas tanah air untuk keluarga, teman, maupun komunitas di sana. Namun, proses ini tidak semudah mengirim barang biasa karena ada aturan ketat terkait keamanan pangan dan ketahanan produk selama perjalanan pengiriman barang ke Korea Selatan . Jenis Makanan yang Umumnya Bisa Dikirim Makanan Kering: keripik, kue kering, biskuit, atau snack instan. Produk Kemasan Pabrik: mi instan, kopi, teh, dan makanan kaleng yang memiliki label resmi. Bumbu Masakan Instan: sambal kemasan, bumbu instan sachet, dan rempah bubuk. Jenis Makanan yang Sulit atau Tidak Bisa Masuk Produk Segar: daging, ikan, buah, dan sayuran biasanya ditolak tanpa izin khusus. Makanan Olahan Rumahan: kue basah, lauk siap makan, atau produk tanpa label resmi rentan ditahan. Cairan dalam Jumlah Besar: saus atau minuman yang tidak dikemas sesuai standar ...