Langsung ke konten utama

Menyiapkan Akuarium yang Cocok untuk Ikan Arwana

Tidak sedikit para penghobi ikan hias yang begitu berminat terhadap ikan arwana. Tidak salah memang karena ikan ini mempunyai pesona yang luar biasa indah. Warnanya begitu menarik dengan gaya berenang yang sangat gemulai. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu simbol kemewahan. Ikan arwana biasanya di dalam akuarium. Dengan menempatkan akuarium yang berisi ikan arwana tadi ke ruang tamu, maka suasananya terasa mewah.
Kami sarankan sebaiknya Anda menyiapkan akuarium terlebih dahulu sebelum membeli ikan arwana. Mengapa? Ikan arwana membutuhkan tempat tinggal yang ideal untuk dapat hidup dengan baik. Sayangnya lingkungan akuarium yang baru saja dibangun memiliki kondisi yang berubah-ubah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka ikan bakal kesulitan dalam beradaptasi. Oleh sebab itu, Anda perlu membuat akuarium yang mapan sebelum diisi ikan arwana.
cara-menyiapkan-ikan-arwana.jpg
Tenang saja. Kami akan memberikan panduan yang lengkap bagaimana caranya menyiapkan akuarium yang tepat bagi ikan arwana.
AKUARIUM
Anda sebaiknya menyediakan akuarium yang berukuran 150 x 60 x 50 cm sedari awal. Hal ini dimaksudkan supaya Anda tidak perlu mengganti-ganti akuarium lagi. Pemakaian akuarium dengan ukuran yang terlalu kecil dapat menghambat pertumbuhan ikan sehingga posturnya tidak sempurna. Ikan tersebut juga mudah terbentur dinding saat berenang. Ada rumor juga yang mengatakan kalau ikan berpotensi terkena penyakit cakil atau gigit ekor jika dipelihara di akuarium yang sempit.
Isilah akuarium memakai air dengan volume sesuai postur ikan arwana yang akan dimasukkan. Ketinggian air cukup 25-30 cm jika ukuran ikan arwana hanya sekitar 15-20 cm. Selanjutnya ketinggian air ini ditambah sedikit demi sedikit sesuai pertumbuhan ikan. Setelah mencapai ukuran sebesar 40 cm ke atas, Anda bisa menambah air ke dalam akuarium hingga tingginya sampai 40-50 cm. Biarkan ikan arwana dapat berenang lebih leluasa. Yang terpeting nantinya Anda harus memasang penutup untuk mencegah ikan meloncat.
Jangan biarkan akuarium Anda tampil polos tanpa background. Beberapa penghobi percaya akuarium yang dibiarkan polos akan menyebabkan ikan arwana mudah stres, warnanya pucat, hingga terkena mata juling. Anda bisa menggunakan background akuarium yang berwarna biru gelap/hitam untuk ikan arwana super red atau warna putih/biru terang untuk arwana golden. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas warna ikan arwana. Background dipasang di dinding belakang serta dinding samping kanan dan kiri.
FILTER
Filter berguna untuk menjaga kebersihan air di akuarium. Anda bisa menggunakan filter yang terdiri dari bio ball atau ceramic ring di layer paling bawah, busa kasar di layer tengah, serta kapas putih di layer yang paling atas. Hindari memakai filter dari arang atau zeolit. Gunakan bio ball/ceramic ring sebanyak mungkin untuk memperbanyak jumlah bakteri baik yang hidup di sini. Bio ball/ceramic ring perlu dibilas setiap bulan, tetapi jangan dicuci.
Anda juga bisa menggunakan filter samping. Berikut ini urutan media yang dipakai dimulai dari layer paling atas ke layar terbawah.
  • Busa kasar sebagai media mekanik untuk menyaring kotoran kasar.
  • Busa halus sebagai media mekanik untuk menyaring kotoran halus.
  • Bio ball sebagai media biologis yang tidak terendam air.
  • Bio ring sebagai media biologis yang harus terendam air.
  • Japmat sebagai alas bio ring sekaligus media biologis tambahan.
AIR
Anda bisa menggunakan air tanah atau air dari PAM. Sebelum dimasukkan ke akuarium, air tersebut wajib diendapkan dulu selama 2 x 24 jam. Jauh lebih bagus lagi apabila proses ini dilakukan di akuarium khusus pengendapan air yang dilengkapi aerator untuk meningkatkan kandungan oksigen di dalamnya sekaligus menguapkan gas-gas terlarut yang mungkin ada. Khusus jika Anda memakai air PAM, tambahkan anti kaporit atau anti klorin dengan dosis sesuai petunjuk di kemasannya.
LAMPU
Pasang lampu yang mempunyai spektrum cahaya matahari berupa sinar ultraviolet untuk meningkatkan kecerahan warna ikan arwana. Lampu ini hanya boleh dinyalakan tidak lebih dari 12 jam. Biarkan ikan beristirahat tanpa lampu yang menyala di malam hari. Pada awalnya beberapa ikan arwana mungkin akan terganggu dengan masalah ini. Anda perlu mengganti lampu ultraviolet ini setiap 3-6 bulan untuk menjaga kinerjanya.
Sebelum benar-benar digunakan, sebaiknya Anda menyeting akuarium terlebih dahulu. Adapun caranya adalah sebagai berikut!
  1. Akuarium diisi dengan air sampai batas ketinggian yang diinginkan.
  2. Taburkan garam ikan ke dalamnya dengan dosis 3 gram/liter air.
  3. Nyalakan filter lalu gosok dinding bagian dalam akuarium memakai spons.
  4. Biarkan selama 2 hari.
  5. Buang air di dalam akuarium dan biarkan air yang sudah ada di filter.
  6. Tambah dengan air secukupnya.
  7. Nyalakan lagi filternya.
  8. Nyalakan juga lampu untuk memicu pertumbuhan bakteri di akuarium.
  9. Setelah 7 hari, masukkan beberapa ikan mas sebagai penguji kelayakan air.
  10. Jika ikan mas hidup normal, ikan arwana bisa dimasukkan pada minggu kedua/ketiga.
  11. Heater dibutuhkan apabila suhu air di bawah 28 derajat celsius.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Besar Ekspor Kopi Indonesia ke Italia

  Italia dikenal sebagai salah satu negara dengan budaya minum kopi paling kuat di dunia. Hampir setiap sudut kota memiliki kedai kopi yang selalu ramai sejak pagi hingga malam hari. Bagi masyarakat Italia, kopi bukan sekadar minuman penyemangat, tetapi bagian penting dari gaya hidup dan kebanggaan budaya. Kondisi ini menjadikan Italia sebagai salah satu pasar potensial bagi ekspor kopi Indonesia ke Italia . Indonesia memiliki keunggulan dalam keragaman jenis kopi. Dari Aceh hingga Papua, setiap daerah menghasilkan cita rasa unik yang disukai oleh penikmat kopi mancanegara. Kopi arabika Gayo, Toraja, Kintamani, dan Flores dikenal memiliki aroma khas dengan keasaman lembut, sementara kopi robusta Lampung dan Temanggung memiliki karakter kuat yang sering digunakan dalam campuran espresso—jenis minuman kopi yang sangat populer di Italia. Permintaan kopi di Italia sangat stabil, bahkan meningkat setiap tahun. Negara tersebut tidak hanya mengonsumsi kopi murni, tetapi juga menjadi pus...

Cara Mengirim Ikan Beku dari Indonesia ke Jepang

  Mengirim ikan beku dari Indonesia ke Jepang membutuhkan perhatian ekstra karena sifat barang yang mudah rusak. Proses ini harus dilakukan dengan benar agar ikan tetap segar dan memenuhi standar kualitas di Jepang. Berikut panduan lengkap untuk membantu Anda mengirim ikan beku ke Jepang dengan aman dan efisien. 1. Persiapan Ikan Beku Persiapan yang baik adalah kunci utama keberhasilan pengiriman ikan beku: Pastikan ikan berkualitas : Gunakan ikan yang segar dan telah diproses sesuai standar sanitasi. Pembekuan optimal : Bekukan ikan hingga suhu -18°C atau lebih rendah untuk menjaga kualitas. Pengemasan vakum : Gunakan metode pengemasan vakum untuk mengurangi risiko kontaminasi dan menjaga kesegaran lebih lama. 2. Gunakan Kemasan Khusus Pengemasan sangat penting untuk pengiriman ikan beku: Gunakan kotak styrofoam : Kotak ini membantu menjaga suhu rendah selama pengiriman. Tambahkan dry ice atau gel pack : Bahan ini membantu mempertahankan suhu beku selama transportasi. Segel dengan...

Pengalaman Kirim Makanan ke Korea Selatan: Apa yang Harus Diketahui?

  Mengirim makanan ke luar negeri, termasuk ke Korea Selatan, memiliki tantangan tersendiri. Banyak orang Indonesia yang ingin mengirimkan makanan khas tanah air untuk keluarga, teman, maupun komunitas di sana. Namun, proses ini tidak semudah mengirim barang biasa karena ada aturan ketat terkait keamanan pangan dan ketahanan produk selama perjalanan pengiriman barang ke Korea Selatan . Jenis Makanan yang Umumnya Bisa Dikirim Makanan Kering: keripik, kue kering, biskuit, atau snack instan. Produk Kemasan Pabrik: mi instan, kopi, teh, dan makanan kaleng yang memiliki label resmi. Bumbu Masakan Instan: sambal kemasan, bumbu instan sachet, dan rempah bubuk. Jenis Makanan yang Sulit atau Tidak Bisa Masuk Produk Segar: daging, ikan, buah, dan sayuran biasanya ditolak tanpa izin khusus. Makanan Olahan Rumahan: kue basah, lauk siap makan, atau produk tanpa label resmi rentan ditahan. Cairan dalam Jumlah Besar: saus atau minuman yang tidak dikemas sesuai standar ...